DANIAL Benu HAMILI Dua Anak SMK Sekaligus

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari SH, MH. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Citra-News.Com, SoE – LAGI dan lagi anak dibawah umur menjadi sasaran ‘tembak’ oknum lelaki tidak bermoral. Setelah YUNUS Tnu (37) pada  tanggal 8 November 2019 lalu diciduk polisi dan dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Siso Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kali ini giliran DANIAL Benu. Dua pria yang tercatat sebagai pemerkosa anak dibawah umur ini membuat Polres TTS  gerah hingga menjebloskan ke ruang tahanan.

Adalah Danial Benu (23), pria yang kesehariannya sebagai tukang ojek ini dilaporkan keluarga korban, Hana (bukan nama sebenarnya) karena telah menghamilinya namun tidak mau bertanggungjawab atas janin yang dikandungnya. Baik Hana juga Danial sama-sama beralamat di Desa Kiufatu Kecamatan Kualin Kabupaten TTS.

Hana menuturkan, Saya (Hana, red) dan bapak saya serta dua orang keluarga saya datang melaporkan Danial Benu ke polisi. Karena Danial Benu telah menghamili saya lalu dia tidak mau bertanggungjawab. Saya ddengan Danial Benu sudah berpacaran sejak saya masih di bangku SMK kelas satu (Kelas X/10) di Kualin. Saat itu saya masih berumur 15 tahun. Sejak pacaran saya dan Danial sering melakukan hubungan intim setiap kali saya pulang sekolah. Karena Danial sering menjemput saya pulang sekolah dan kami mlakukan hubungan intim.

Pada bulan Juli 2019 teakhir saya dan Danial berhubungan intim. Dan pada Agustus  2019 barulah saya sadar kalau saya sudah hamil (mengandung) anaknya Danial Benu. Saat itu bertepatan saya melaksanakan keggiatan praktek di Kupang. Lalu Danial Benu menasehati saya agar jangan mengecewakan orangtua sehingga saya tetap ikut praktek ke Kupang.

Namun ketika saya berada di Kupang disini (Kualin, red) Danial Benu menghamili adik kelas saya yang juga masih berusia 15 tahun dan sedang duduk di kelas X  SMK Kualin. Seelah mendengar kabar Danial yang sehari kerjanya sehari-hari ojek dan bertani ini sudah menghamili adik kelas saya, sebut saja Hani. Maka saya dan keluarga pergi ke rumahnya Danial Benu. Saya dan keluarga meminta pertanggungjawaban Danial Benu atas anak  yang saya kandung ini.

Tapi karena yang datang meminta pertanggungjawaban Danial Benu adalah adik kelas (Hani) yang juga sudah hamil. Maka Danial Benu lebih memilih untuk menikahinya dan meninggalkan saya yang sudah hamil 3 bulan ini. Atas kekecewaaan ini saya minta supaya polisi menghukum seberat-beratnya perbuatan Danial Benu.

Tampak korban Hana (bukan nama sebenarnya) ke-2 dari kiri bersama keluarga saat berada Unit PPA Satreskrim Polres TTS di  SoE, Rabu 27 November 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Hal senada juga disampaikan ayah kandung Hana, yakni Simon N. Dia menjelaskan kedatangannya ke kantor polisi untuk melaporkan Danial Benu yang tidak bertanggungjawab setelah menghamili anaknya, Hana.

“Saya mendampingi anak saya untuk melaporkan Danial Benu ke polisi karena Danial Benu tidak mau bertanggungjawab perbuatannya terhadap anak saya. Danial Benu lebih memilih bertanggungjawab terhadap nona (Hani) yang umurnya 15 tahun ketimbang anak saya,”ungkap Simon.

Menurut Simon, karena Danial Benu tidak mau berranggungjawab maka saya sebagai orangtua kami sudah melaporkan kejadian ini ke kepala desa Kiufatu. Dan kepala desa sudah membuat surat rekomendasi untuk kasus ini dilanjutkan ke tingkat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari SH, MH melalui pesan WhatsApp, membenarkan kalau penyidik Unit PPA Satreskrim Polres TTS sudah menerima laporan resmi dari Hana (korban). Diduga Danial Benu telah mencabuli korban sejak berumur 15 tahun  hingga korban hamil.

Kasus ini segera ditindaklanjuti oleh kepolisian. Pelaku akan diproses sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Ini karena korban (Hana, red) diperkosa semenjak berumur 15 tahun. Atau kategori anak dibawah umur, jelas Jamari. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *