REHAB Ringan GEDUNG Songsong ‘Wajah Baru’ DPRD NTT

Pekerjaan Atap saat ini tinggal beberapa bagian di sisi muka. Foto diambil dari bagian belakang gedung, Doc.CNC/marthen radja

Minimnya ABPD Provinsi NTT untuk membangun gedung baru hanya bisa ditakar dengan melakukan ‘tambal sulam’ terhadap barang Negara yang ada. Pasalnya kebutuhan prioritas masyarakat yang harus diutamakan tinimbang membangun Sarpras.

Citra-News.Com, KUPANG – MENEPIS pinjam gedung saat pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2019-2024, para petinggi di jajaran legislative melalui Sekwan (Sekretaris Dewan) Provinsi NTT berinisiasi melakukan perbaikan atap dan plafon gedung DPRD yang sudah lapuk dimakan usia.

“Hari ini pak Anwar Puageno  melakukan peninjauan secara langsung terhadap pekerjaan rehab atap dan plafon gedung Utama DPRD Provinsi NTT,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) GUNTUR Rafael, SE ketika ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Jumat, 26 Juli 2019.

GUNTUR Rafael, SE, PPK Pekerjaan Rehab Ringan Gedung Utama DPRD Provinsi NTT. Doc.CNC/marthen radja

Tujuan peninjauan ini, menurut Guntur, untuk memastikan progress pekerjaan yang ada. Karena menjadi pengalaman buruk ketika pelantikan 65 anggota DPRD Provinsi NTT periode 2014-2019, kita meminjam Gedung El Tari Kupang. Untuk menepis pinjam gedung ini maka pekerjaan ini harus diselesaikan sesuai dengan jadwal kegiatan yang ditetapkan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Sekretariat Dewan Provinsi NTT ini mengakui, dari hasil pantauannya bersama Ketua DPRD, pihak pelaksana pekerjaan menjelaskan sampai dengan saat ini progress pekerjaan telah mencapai sekira 85 persen. Dilihat dari progressing pekerjaan yang ada maka sedikit lebih cepat atau sama dengan waktu pelaksanaan kegiatan yang sesuai kalender kerja yang ada, tandasnya.

Menjawab plafon pembiyaan terhadap pekerjaan rehab tersebut, Guntur mengatakan, total yang dianggarkan sebesar Rp 1 miliar. Namun pekerjaan fisiknya hanya berkisar Rp 800 juta lebih.

Pekerjaan perbaikan Atap dari sisi muka. Doc.CNC/marthen radja

“Memang pagu anggarannya sekitar Rp 1 miliar. Akan tetapi pemenang lelang dengan harga terendah yakni sebesar 800 juta lebih. Sehingga kita memakai pemenang dengan harga terendah tersebut,”ungkap Guntur.

Sembari mengatakan walau dengan angka terendah namun yang dijamin adalah mutu pekerjaan. Meski pekerjaan yang ada ini hanya bersifat perbaikan saja. Sehingga konstruksinya dirubah total dari sebelumnya. Demikian juga dengan material untuk pekerjaan plafon menggunakan tangka besi baja ringan dan tripleks bermutu, Sunda Kelapa.

Dari jadwal kegiatan, lanjut dia, selama  90 hari terhitung sejak 08 Mei 2019 sampai dengan 05 Agustus 2019. Bila kita sesuaikan dengan jadwal pelantikan anggota DPRD periode 2019-2014 yakni tanggal 03 September 2019. Itu artinya waktu tersisa hamper satu bulan ini dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan finisihing.

Soal mutu material, kata Guntur, tidak perlu diragukan. Untuk atap menggunakan seng yang lebih tebal dari sebelumnya. Tebal seng sekitar 0,35 mili. Sementara untuk plafon dari bahan sebelumnya rangka dari bahan kayu diganti dengan baja ringan yang juga tahan terhadap goncangan angain atau badai. Demikian juga bahan tripleks mengunakan bahan berkualitas  yang dilapisi semacam plastic dan tahan air. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *