RKB di SMKN 5 Kupang JANGAN Mangkrak

Pekerjaan Las pagar pengaman di lantai dua gedung RKB SMKN 5 Kupang. Doc. CNC/marthen radja.

Hingga tahun ajaran baru tiba pihak panitia swakelola tidak bisa menyelesaikan beberapa item pekerjaan. Padahal model pembangunannya ‘ditempel saja’ atau system suntik. Namun anggarannya mencapai Rp 700 juta lebih.

Citra-News.Com,KUPANG – SUDAH hampir satu tahun lamanya pekerjaan swakelola pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) di SMKN 5 Kupang tidak selesai juga. Mirisnya model pembangunan system temple itu menghabiskan anggaran senilai Rp 700 juta lebih.

“Saat ini saya minta kepala sekolah yang baru agar berupaya menyelesaikan beberapa item pekerjaan. Apalagi di SMKN 5 Kupang ada jurusan (Komli, red) yang mampu melakukan sisa pekerjaan yang ada. Prinsipnya RKB itu harus difungsikan. Jangan biarkan gedung itu mangkrak. Yang sudah dibangun harus fungsional,”tegas Drs.BENYAMIN Lola, M.Pd.

Kepada awak media citra-news.com dan Pos Kupang, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, di Kupang, Selasa 27 Agustus 2019 mengingatkan, sarana prasarana yang sudah dibangun harus difungsikan. Dana dari sumbangan komite yang dibayarka orangtua siswa dan APBN atau DAK (dana alokasi khusus) bantuan dari pemerintah pusat ini harus ada manfaatnya.

“Jangan sampai alokasi dana sumbangan yang ada ini mubasir. Kalau ada indikasi penyelewengan oleh pihak panitia swakelola, itu urusan berikut. Tetapi gedung yang sudah dibangun harus fungsional. Pintu jendela dari gedung lama yang masih bisa dimanfaatkan iya dipasang kembali. Prinsipnya gedung itu jangan mangkrak,”tegasnya berulang.

Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd di ruang kerjanya, Selasa 27 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Sembari mengakui, sejak awal jadi kepala dinas pendidikan dia mendapat kabar kalau hubungan antarguru di SMKN 5 Kupang kurang harmonis. Bahwa ada persiangan diantara mereka. Tetapi saya (Benyamin Lola, (red) mau katakan, sekolah bukan ajang untuk bersaing. Tugas guru adalah mendidik generasi muda penerus bangsa. Lembaga pendidikan merupakan tempat anak didik menimba ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM Unggul tercipta melalui lembaga pendidikan, tandasnya.

“Saya selalu pantau keadaan SMKN 5 Kupang juga semua sekolah di NTT. Ada kekurangan disana-sini harus segera dibenahi. Yang sudah baik ditingkatkan. Optimalisasi pelayanan pendidikan menjadi hal utama, Jangan terbengkalai mengurus pendidikan,”ungkap Benyamin.

Progress Pekerjaan Dievaluasi Tiap Minggu

Menjawab kewenangan serah terima pekerjaan gedung RKB di SMKN 5 Kupang, menurut Benyamin perlu persiapan data pertanggungjawabannya.

“Saya sudah sampaikan kepala sekolah untuk meminta pertanggungjawaban panitia swakelola. Karena ini akan diaudit oleh pihak berwenang. Terhadap pekerjaan yang tersisa kepala sekolah yang baru (Safirah, red) punya inisiatif untuk menyelesaikannya. Dan hasilnya saya sudah lihat langsung di sekolah. Iya bagus, ini fotonya,”puji Benyamin sambil memperlihatkan foto di HP miliknya ke wartawan.

Pada kesempatan terpisah Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan, untuk menyelesaikan beberapa item pekerjaan yang ada melibatkan Komli Teknik Pengelasan dan Komli Teknik Bangunan.

Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno  (gamba kiri) dan gambar kanan YOLANDA Lili Poi (berdiri kain tenun ikat kiri mendapingi Safirah Abineno) di ruang Komli Teknik Pengelasan, Selasa 6 Agustus 2019. Doc. CNC/marthen radja.

“Untuk pagar pengaman di lantai dua saya minta Kakomli (Ketua Kompetensi Keahlian) Teknik Pengelasan, ibu Yolanda Lili Poi, ST bersama siswa untuk merancangbangunnya. Termasuk instalasi listrik. Sedangkan untuk pekerjaan pintu dan jendela di lantai satu, itu tugas dari Kakomli Bangunan, pak Selan bersama guru dan siswa Komlinya. Ada bahan yang masih bisa digunakan, kita fungsikan,”jelas Safirah saat ditemui awak citra-news.com di ruang kerjanya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Pekerjaan Las pagar pengaman di lantai dua gedung RKB SMKN 5 Kupang (gambar kiri) dan gambar kanan Komli Teknik Bangunan.  Doc. CNC/marthen radja.

Terhadap progress pekerjaan-pekerjaan itu, sambung dia, dilakukan evaluasi per minggu. Demikian juga proses KBM, guru wali kelas dan guru bidang studi terus memantau aktivitasnya dan dibuat dalam bentuk laporan tertulis. Tidak terkecuali penggunaan fasilitas yang ada guru wali kelas harus buat KIK (Kartu Inventaris Kelas).

Sementara HUNCE Lapa selaku Ketua Panitia Swakelola mengatakan, sesuai dengan arahan kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT (Benyamin Lola, red) gedung yang dibangun tahun 2018 ini harus segera digunakan.

HUNCE Lapa, Ketua Panitia Swakelola  (kiri) dan Mantan PLT Kepala Sekolah, ASA M Lahtang. Doc. CNC/marthen radja.

“Sebagai panitia kami buatkan laporan tertulis kepada ibu Kepala Sekolah (Safirah, red). memang benar ada beberapa item pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan. Khususnya pekerjaan di lantai satu yang menggunakan dana komite. Itu sumbangan dana komite waktu itu anggarannya sebesar Rp 300 juta lebih. Tapi ada banyak siswa yang membayarnya secara bertahap. Bahkan ada siswa yang belum bayar sama sekali sampai sudah tamat dari sekolah ini. Itu persoalan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu,”beber Hunce.

Hunce juga membantah kalau material bangunan banyak yang tersisa dan disalahgunakan. “Hanya ada beberapa reit batu kerikil dan pasir yang diambil teman guru. Tapi nanti dia bayar, bukan ambil frei saja. Kalau ada informasi bahwa panitia jual bebas itu material bangunan, itu tidak benar. Ini buktinya batu kerikil kita hambur di halaman sekolah ini supaya tidak becek saat hujan. Jadi kami tidak jual,”tegasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *