ERWIN Palsukan Tandatangan HADMEN di Proyek NTT FAIR

Suasana Sidang kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair di Pengadilan TIPIKOR Kupang, Timor NTT Jumat 01 November 2019. Doc. CNC/media purnapolri.id

Lagi-lagi pekerjaan proyek NTT FAIR sarat dengan kepalsuan. Setelah pada sidang sebelumnya ada pengakuan saksi bahwa LINDA Liudianto mengaku kalau FRANS Lebu Raya, kini saksi lainnyaa, ERWIN Makatita mengaku kalau dirinya memalsukan tandatangan Hadmen Puri atas suruhan Linda Liudianto.

Citra-News.Com, KUPANG – DALAM SIDANG ke-4 Hadmen Puri, Direktur PT Cipta Eka Puri  selaku kontraktor pelaksana propyek pembangunan gedung NTT FAIR di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), JPU (Jaksa Penuntut Umum) pada Jumat, 01 November 2019 menghadirkan 11 Saksi. Mirisnya, ada saksi bernama Erwin Makatita mengaku kalau dirinya telah melakukan pemalsuan tandatangan Hadmen Puri. , Fakta Ada Pemalsuan Tanda Tangan

Memasuki sidang ke 4 Direktur PT. Cipta Eka Puri (Hadmen Puri) dalam kasus korupsi proyek pembangunan gedung NTT Fair, kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 11 saksi dan pengakuan saksi ada pemalsuan tanda tangan.

“Benar yang mulia, saya memalsukan tanda tangan Hadmen Puri atas perintah pak Lie (suami terdakwa Linda Liudianto) untuk pencairan termin pertama hingga termin ketiga tanpa sepengetahuan Hadmen Puri,” jawab Erwin Makatita.

Dalam  sidang itu Erwin menjelaskan, untuk pencairan termin tiga sebesar Rp 12 miliar, saya (Erwin Makatita, red) yang memalsukan tanda tangan Direktur PT. Cipta Eka Puri, Hadmen Puri. Sementara  tim peneliti kontrak pembangunan gedung NTT Fair yang juga sebagai Saksi, masing-masing Yohanes Tuwan (Ketua tim), Karlina Juliana Faag (Sekretaris) dan anggota Abraham Lalangpuling, Sarah Banu dan Petrus Bas, membenarkan sudah dilakukan proses pencairan dana tersebut.

Gedung NTT Fair dibangun PT Cipta Eka Puri Gambar kiri (kiri ) dan gedung Monumen Pancasila (kanan) dibangun PT ERO juga dilirik pihak kejaksaan. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

Sebagai fee proyek juga sudah diserahkan Erwin kepada PT. Cipta Eka Puri melalui Bendahara proyek, Erwin Makatita. Sejumlah uang tersebut dalam sidang diserahkan langsung tim peneliti kontrak kepada JPU, disaksikan majelis Hakim dan Kuasa hukum terdakwa Hadmen Puri, Samuel Haning, SH, MH, Marthen Dillak, SH, MH dan Simson Lasi, SH, MH .

“Benar, kami terima uang dari saksi Erwin Makatita. Kami sudah bawa uang  untuk dikembalikan sekarang, ” jawab tim peneliti kontrak ketika ditanya JPU Hendrik Tip.

Mendengar pengakuan tim peneliti kontrak, Hakim Ketua Dju Johnson Mira Mangngi menyetujui pengembalian uang dari tim peneliti kontrak kepada JPU.

Diketahui, sidang tersebut dipimpin langsung oleh Majelis Hakim, Dju Johnson Mira Mangngi, SH., MH dan Hakim Anggota, Ari Prabowo, SH dan Ali Muhtarom, SH., MH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Herry Franklin, SH, MH, Emerensiana F. Jehamat, SH dan Hendrik Tiip. SH. Sedangkan terdakwa Hatmen Puri di dampingi oleh kuasa hukumnya.

Dalam proses persidangan kali ini, JPU menghadirkan sebanyak 11 Orang saksi. Yakni 6 orang saksi dari peneliti kontrak dinas PUPR dan 5 orang dari karyawan PT. Cipta Eka Puri dengan kuasa Direkturnya, Linda Liudianto.

Para saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut masing-masing, Dominggus Hauteas (Direksi teknis dinas PUPR/Pengawas internal), peneliti kontrak terdiri dari Yohanes Tuwan (Ketua Tim), Karlina Juliana Faag (Sekretaris) dan anggota Abraham Lalangpuling, Sarah Banu dan Petrus Bas.

Sementara saksi dari karyawan PT Cipta Eka Puri masing-masing, Erwin Makatita (bagian keuangan), Ridwan Hanafi, Widyanto, Beddy Yongki (Konsultan) dan Frengki Kaki Soru (konsultan).

Fakta dalam persidangan para saksi menjelaskan perannya masing-masing.
Selain mengaku memberikan uang kepada sejumlah pejabat yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung NTT Fair, bendahara PT. Cipta Eka Puri, Johanes Erdward Leonard Makatita alias Erwin Makatita dalam sidang mengaku,  memalsukan tanda tangan Direktur PT.  Cipta Eka Puri (Hadmen Puri).

Sidang kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair ini akan kembali digelar pada Jumat 08 November 2019. +++ citra-news.com/mediapurnapolri.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *