RUAS JALAN Bokong Lelogama Menuju TUNTAS

 Ir. MAKSI Y.E Nenabu, MT. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

Salah satu tujuan Pemerintah Provinsi NTT melakukan pinjaman daerah ke pihak ketiga adalah membiayai pembangunan dan peningkatan ruas jalan provinsi. Pekerjaan ruas jalan Bokong Lelogama di Kabupaten Kupang menjadi agenda pertama yang harus diselesaikan pada tahun anggaran 2020.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. MAKSI Y.E Nenabu, MT mengatakan, pekerjaan ruas jalan Bokong Lelogama diupayakan selesai tepat waktu.

“Sesuai kontrak dengan pihak kontraktor sebelum akhir Desember 2019 pekerjaan tiga segmen ruas jalan Bokong Lelogama harus sudah selesai. Kita upaya harus selesasi jika belum selesai maka kontraktor yang bersangkutan dikenakan denda,”ungkap Maksi saat ditemui awak citra-news.com  di Kantor Dinas PUPR Provinsi NTT Jl. Basuki Rahmat Oepura Kupang, Jumat 29 November 2019.

Total panjang ruas jalan provinsi Bokong Lelogama yang terletak di wilayah Kabupaten Kupang, menurut Maksi, ada 30 kilometer. Panjang ruas jalan yang ada tersebut terdiri dari 3 (tiga)segmen. Masing-masingnya sepanjang 9,5 kilometer  pada segmen Satu, dan 10 kilometer di Segmen Dua serta Segmen 3 sepanjang 10,5 kilometer.

“Yang sedikit terlambat itu pada segmen satu dan segmen 2. Sedangkan segmen 3 dipastikan minggu ketiga Desember 2019 sudah tuntas. Oleh karena itu kita terus mendorong agar pekerjaan di segmen satu dan dua ini bisa selesai sesuai kontrak. Iya, kalau memang tidak bisa terselesaikan dengan baik maka satu-satunya cara kita penalty dengan denda,”kata Maksi.

Menjawab soal kendala teknis, Maksi menuturkan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi kontraktor adalah tenaga kerja. Selain itu peralatan dimana ada beberapa komponen alat berat yang mengalami kerusakan. Sementara spare partnya harus menunggu kiriman dari luar. Walau demikian tidak ada kendala yang luar biasa.

Maksi Nenabu (kiri) dan Gubernur Viktor saat peletakan batu pertama (ground breaking) ruas jalan Bokong Lelogama Kabupaten Kupang, Maret 2019. Doc.CNC/marthen radja-Citra News 

Diketahui, pekerjaan konstruksi ruas jalan Bokong Lelogama tidak menyicil. Penanganan ruas jalan yang ada menggunakan grading operation/GO atau Lapen (lapisan penetrasi) sekaligus GO Plus (grading operaton/Resaphing) dan HRS/Hotmix. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama menuju Observatorium Timau dan jalan akses menuju perbatasan antarnegara Timor Leste dengan Indonesia.

“Bapak Gubernur terus melakukan pemantauan terhadap pembangunan ruang jalan Bokong Lelogama. Beliau berharap pekerjaannya harus selesai tepat waktu. Oleh karena itu sebagai dinas teknis kami juga harus bekerja tuntas, bergerak cepat dan bertindak tepat. Artinya terus melakukan koordinasi lapangan agar kontraktor jangan main-main. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dan tepat mutu,”tegas Maksi.

Sembari mengatakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah berkomitmen bahwa pekerjaan ruas jalan provinsi harus bisa selesai pada tahun 2023. Walaupun pembiayaannya dari anggaran APBD NTT terbatas. Akan tetapi ada upaya-upaya pemerintah untuk melakukan pijaman ke pihak ketiga.

“Kita harus mengikuti langkah cepat yang dilakukan pemerintah NTT saat ini. Artinya harus ada lompatan-lompatan yang kita lakukan. Prinsip pak Gubernur lebih baik kita menyicil uang daripada kita menyicil pekerjaan jalan,”ucap Maksi.

Itu artinya dengan keterbatasan anggaran pemerintah melakukan pinjaman agar bisa membiayai pembangunan infrastruktur jalan. Dengan dana pinjaman  daerah yang ada kita bisa bangun satu ruas jalan, misalkan 30-40 kilometer. Daripada menyicil satu dua kilometer nanti pada tahun berikutnya pekerjaan terdahulu sudah rusak lagi.

“Kalau cukup anggarannya dalam satu ruas kita bisa bangun sekaligus dalam setahun. Tahun berikutnya koita bangun lagi di ruas yang lainnya. Karena ada sekitar 900 lebih kilometer jalan provinsi kategori rusak dan rusak berat,”tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *