JAQULINA dan ANGEL, ‘Predator’ Uang Nasabah REBEKA Senilai 3 Miliar

Bank Bukopin Cabang Kupang disinyalir telah melakukan tindakan kejahatan perbankan/fraut.

ANGEL Timora (kanan) saat diburu wartawan di Mapolda NTT,  Kupang Jumat 27 Mei 2021.Doc.marthen radja/citra-news.com
Citra-News. Com, KUPANG – NASABAH bernama REBEKA Adu Tadak hingga saat ini dibuat kelimpungan oleh pihak bank Bukopin Cabang Kupang.

Ny. Rebeka mensinyalir dua staf Bukopin atas nama JAQULINE Tibuludji dan ANGEL Timora adalah pelaku kejahatan perbankan /fraut.

“Karena ulah dua staf di Bank Bukopin Cabang Kupang ini membuat kami harus berhadapan dengan urusan hukum di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Mapolda NTT), “kata Ny. Rebeka melalui Penasehat Hukum (PH) Michael Feka, SH, MH di halaman Ditreskrimum Polda NTT, Kupang, Jumat 27 Mei 2021.

Saat ditemui awak media, Ny. Rebeka didampingi Tarotji Adu (anak), Melchianus Nonna (kuasa penampung) dan Michael Feka selaku PH.

Bahkan Ny. Rebeka menegaskan, saya (Rebeka Adu Tadak, red) punya uang deposito di Bank Bukopin Cabang Kupang sebesar Rp 3 miliar, saya tuntut pihak bank Bukopin Kupang harus kembalikan.

“Saya tidak mau tahu Bank Bukopin pindahkan uang saya itu ke bank lain atau pihak lain. Yang saya tahu uang tiga miliar ini saya depositokan di Bank Bukopin Cabang Kupang Dan saya harus ambil kembali uang saya itu di Bank Bukopin Kupang, bukan bank atau pihak lain,”tegas Mu Rebek.

Sementara Feka mengamini kliennya dan menyatakan telah dirugikan oleh pihak Bank Bukopin Kupang. Karena telah memindahbukukan (mentransfer) uang klien saya atasnama Rebeka Adu Tadak, dengan tanpa konfirmasi sebelumnya.

Oleh lkarena tanpa konfirmasi dan atau tanpa persetujuan nasabah sebelum memindahkan uang nasabah ke bank lain atau pihak lain ini maka ini dikatakan kejahatan perbankan atau fraut.

“Dan ini bukan perbuatan oknum staf akan tetapi institusi yaitu Bank Bukopin Cabang Kupang, “tegas Feka.

Feka mengakui, ia bersama kliennya sudah bolak balik berurusan dengan pihak Polda NTT lantas tindakan fraut oleh Bank Bukopin Cabang Kupang bisa tuntas.

Akan tetapi kasusnya sejak tahun 2019 sampai tahun 2021 ini tidak selesai-selesai juga.
Di awal-awal kami diarahkan ke Diitreskrimsus. Tahap penyelidikan belum selesai lalu kami diarahkan ke Diitreskrimum.

“Penangan kasus mama saya ini di Polda NTT, kami sepertinya dipimpong sana sini. Belum gelar sidang Polda NTT keluarkan SP2HP. Lalu pindahkan ke Ditreskrimum. Dan ini pada tahun 2020 sudah diurus juga soal tekaman /voice naik, ” beber Tarotji menambahkan.

Penuh Intrik dan Rekayasa

Soal voice mail, kata Tarotji, itu adalah permainan atau intrik dari pihak bank Bukopin Kupang mellalui staf bernama Angel bersama dengan Jaqulin.

Dibilang itu suara mama saya, lanjut Tarotji. yang menyatakan setuju uang 3 miliar dipindahkan ke BCA/PT Mahkota. Lalu datang si Jaquline dengan aci Eliim bawa cek kosong. Dan lain-lain rekayasa seolah-olah pelayanan sesuai SOP perbankan.

“Tadi di dalam ruang penyisikan saya dengr juga apa yang dikatakan Angel soal voice mail itu Awalnya dengan durasi 65 detik tadi dikatakn Angel durasinya 48 detik. Inikan su putar balek”, ucap Tarodji.

Menyoal voice mail Angel Timora usai diperiksa beberapa wartawan mengejarnya hingg menaiki kendaraan dengan plat kide B… (Nomor Polisi plat luar NTT)

Wanita tinggi semampai ini didampingi seorang wanita berkerudung. Si Angel bungkam seribu bahasa. Meski dicekoki dengan sejumlah pertanyaan keras awak media.

Sebut saja, Anda disimyalir salah satu ataf Bank Bukopin Kupang, jadi aktor atau predator uang 3 miliar milik nasabah Rebeka Adu Tadak? Si Angel tetap diam sambil mengatur langkah panjang menuju mobil. +++citra-news.com/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *