Dugaan Penjualan Komodo POLDA NTT Terus Lakukan Koordinasi

Lama kelamaan hewan langka Komodo yang menjadi ‘new seven wonders’ (tujuh keajaiban dunia) akan punah. Jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat. Karena beredar kabar Polda Jawa Timur (Jatim) saat ini sedang menangani dugaan kasus penjualan satwa langka Komodo. Mungkinkah ada celah sehingga hewan yang dilindungi ini bisa lolos keluar dari kawasan TNK ?

Kupang, citra-news.com – KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) akan melakukan koordinasi dengan para pihak terkait dugaan penjualan hewan Komodo. Karena beredar kabar Polda Jawa Timur saat ini sedang menangani kasus dugaan penjualan hewan komodo yang diduga berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. JULES Abraham Abast, S.I.K kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 28 Maret 2019.

Jules menjelaskan, adanya informasi maupun beredarnya pemberitaan-pemberitaan bahwa Polda Jawa Timur (Jatim) saat ini sedang menangani kasus terkait dugaan penjualan satwa langka, Komodo. Yang diduga berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Terkait informasi ini perlu saya jelaskan bahwa untuk Polda NTT sendiri, iya kami tentunya akan melakukan koordinasi-koordinasi dengan Polda Jawa Timur (Jatim), khususnya penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Jatim. Koordinasi dimaksud terkait tentang jaringannya maupun bagaimana komodo (anakan Komodo) atau bayi komodo ini dikeluarkan ataupun lolos dari kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang ada di Nusa Tenggara Timur,”beber Jules.

Sedangkan terkait dengan pengawasan Kawasan Taman Nasional Komodo sendiri, lanjut dia, perlu saya sampaikan bahwa kawasan TNK berada dibawah pengawasan Balai Taman Naisonal Komodo. Diketahui Balai TNK ini berada dibawah langsung dari pemerintah pusat atau Kementerian di Jakarta. Jadi Balai TNK secara bukan instansi lokal dibawah pemerintah provinsi atau gubernur.

Nah ini tentunya apakah ada celah-celah pada saat rekan-rekan kita dari Balai TNK. Sehingga komodo ini lolos. Ini kita akan evalusi, kita akan bekerjasama dengan Balai TNK untuk mengkaji ulang sejauh mana pengawasan maupun pengamanan yang dilakukan terhadap kawasan TNK itu sendiri.

Menjawab wartawan adanya dugaan ‘orang dalam’ sehingga hewan langka ini bisa dibawa keluar. Jules mengatakan terkait barangkali ada keterlibatan ‘orang dalam’ sehingga hwan komodo ini bisa keluar dari NTT, tentunya pihak Polda akan melakukankoordinasi dengan Polda Jatim. Untuk mengecek sejauhmana jaringan yang ada. Sehingga bisa lolos atau bisa keluar.

Menurutnya, pihak Polda NTT akan melakukan evaluasi bersama dengan Balai TNK. Kita akan dukung seperti yang sering kita lakukan selama ini. Yang kita lakukan dengan Balai TNK tentu sifatnya temporer. Tidak setiap saat. Bahwa tidak setiap hari juga kita melakukan pengawasan langsung. Tapi atas permintaan dari rekan-rekan Balai kita juga kadang-kadang melakukan patroli secara bersama.

Sehingga titik-titik keluar yang ada antara Labuan Bajo maupun Bima yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, itu dapat kita lakukan pengawasan. Nah, kita juga menduga ada kemungkinan bisa saja lolosnya ini hewan langka komodo, bisa saja dari area Labuan Bajo ke Bima. Karena ini pintu  masuk dan keluar.

“Atau mungkin ini anak komodo ketika dibawa menggunakan kapal laut atau pesawat, bisa lolos dari Extray. Saya katakan kita akan lakukan koordinasi untuk pastinya seperti apa ini anak komodo bisa lolos keluar dari NTT. Kita akan koordinasi dengan pihak Polda Jawa Timur untuk lebih mendalami lagi kemungkinan-kemungkinan itu,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) JULES Abrahanm Abast, S.I.K memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolda NTT, bilangan Jl. Soeharto Kupang Timor NTT, Kamis, 28 Maret 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *