MEMALUKAN, Tiga Saksi Dibawah Tekanan KEJATI NTT

RUSDINUR (kiri) mendampingi, Dr. ERDIANTO Effendi, SH, M.Hum ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di Kupang, Senin 02 September 2019. Doc. foto CNC/marthen radja.

Preseden buruk bagi Kejati NTT dalam menyidik kasus perkara dugaan korupsi pembangunan Gedung NTT FAIR. Betapa tidak. Hakim yang menangani perkara ini menolak Tiga orang saksi yang diajukan Termohon (Kejati NTT,red). Memalukan iya?

Citra-News. Com, KUPANG – FRANSISKA D.P.Nino, SH, Hakim Tunggal dalam perkara Pra Peradilan proyek NTT Fair, MENOLAK semua saksi (dari 3 orang saksi, red) yang diajukan Tim Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT). Hakim Fransiska menilai dinilai 3 orang saksi ini dari tidak independent dan berada dibawah tekanan Tim Jaksa Kejati NTT.

Insiden penolakan saksi yang memalukan lembaga Kejaksaan ini terjadi dalam sidang lanjutan gugatan Pra Peradilan mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi NTT, Ir. YULIA Afra (YA) terhadap Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) c.q Kejati NTT, di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Selasa 03 September 2019.

Menurut penilaian Hakim Fransiska, tiga saksi yang diajukan Termohon dalam hal ini Kejati NTT. todak independen dan berada dibawah tekanan. Alasan penolakan hakim tersebut memang tidak dapat dibantah oleh tim jaksa Kejati NTT, karena keterangan saksi Wijaya yang adalah seorang Jaksa di Kejati NTT. Setelah menolak saksi termohon, Hakim Fransiska menunda persidangan pada Rabu, 04 September 2019dengan agenda  mendengarkan kesimpulan pihak Pemohon (YA melalui kuasa Hukumnya, RUSDINUR, AH, MH dan Partners). Dan kesimpulan dari pihak Termohon (Kejaiti NTT).

Gedung NTT FAIR Mangkrak di bilangan Bimoku Kota Kupang, Timor NTT. Doc, foto CNC/marrthen radja

Dalam sidang Pra Peradilan dengan agenda, Keterangan Saksi dari Tim Jaksa Termohon Kejagung RI c.q Kejati NTT. Tim Jaksa yang beranggotakan, Dr. ACHMAD Kodrat, SH, M.Hum; ROBERT Jimmy Nambila, SH.MH; ARIF Sumartono, SH; dan BENFRID C.M Foeh,SH

Diketahui jabatan Wijaya di Kejati NTT selaku Kepala Seksi (Kasi) Penuntutan. Fakta adanya sinyalemen keberpihakan dan ketidakindependensinya Jaksa Wijaya pada Termohon ini, mengakibatkan tiga tersangka lainnya, Hadmen Puri alias HP (Pemilik PT. Cipta Eka Puri), John Pandie dan Very (selaku penghubung) hingga kini masih ditahan Kejati NTT.

Memalukan, Termohon Gampang Digiring ke ‘Sudut Sempit’

Laksana berada di arena pertandingan tinju professional, para saksi dari Tim Jaksa Kejati NTT selama sidang gugatan Pra Peradilan, mereka terus digiring ke sudut sempit. Dalam sidang gugatan yang dilakukan secara marathon selama 7 (tujuh) hari itu sudah menuju puncak. Namun sebelum sampai puncak sidang Hakim Tunggal Fransiska memberikan keputusan yang memalukan lembaga Kejati NTT. Hakim Fransiska menolak dan bahkan menilai para saksi yang diajukan Tim Kejati NTT sangat tidak independent.

RUSDINAUR, Kuasa Hukum Yulia Afra (kiri), Saksi Ahli Pidana, Dr. ERDIANTO Effendi, SH, M.Hum (kanan. Doc. foto CNC/marthen radja.

“Ini sebuah pukulan telak dan memalukan bagi Jaksa. Independensi dan profesioalisme jaksa dalam menyidik kasus dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair ini. Bukankah ini menjadi preseden buruk bagi masyarakat NTT khususnya,”ucap Rusdinur.

Ditemui awak media usai sidang di Pengadilan Negeri di biangan Jalan Palapa Kupang, Selasa 03 September 2019, Rusdinur menyatakan seharusnya Termohon mendatangkan Saksi Ahli untuk membantah dalil-dalil yang disampikan pihak Pemohon.

“Mestinya Termohon mendatangkan Saksi Ahli untuk membantah dalil-dalil yang disampaikan Pemohon. Selain juga membantah keterangan Saksi Ahli Pidana yang kami ajukan kemarin, dalam hal ini Dr. ERDIANTO Effendi, SH, M.Hum. Lalu mengapa saksi yang diajukan Termohon adalah seorang Jaksa dan klien kami (Yulia Afra, red) yang jelas-jelas  seang ditahan oleh Kejati NTT? Jangankan Hakim, orang yang tak tahu hukum pun akan tahu bahwa saksi yang diajukan itu tidak independent,”kritik Rusdinur. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *