NGAWUR Putusan Majelis Hakim, SAM Haning Nyatakan BANDING

SAMUEL Haning,  SH, MH, saat temu pers di Kupang,  Timor – NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Citra-News. Com,  KUPANG – SAMUEL Haning, SH, MH menyatakan pihaknya segera mendaftar perkara ke tingkatan Banding. Setelah putusan di Pengadilan Negeri Oelamasi Kabupaten Kupang dari perkara dugaan korupsi atas diri Jhon Nedy Charles Sine dan menjatuhkan vonis Penjara dan Denda.

“Masa, koq tidak ada satu point pertimbangan pun dari majelis hakim atas pledoi kami setebal lebih kurang 305 halaman. Padahal dalam gelar perkara ada beberapa hal yang disetujui hakim. Seperti pinjaman bank itu diantarnya untuk kepentingan politik Pilkada oleh Ayub Titu Eki yang kala itu jabat Bupati Kabupaten Kupang. Hal-hal seperti ini sama sekali tidak ada pertimbangan hakim ketika putusan dan menjatuhkan hukuman kepada klien kami JHON Sine. Wah, inikan sebuah keputusan yang ngawur dan tidak mendasar, “kata SAM dalam temu pers di Kupang, Senin 14 Juni 2021.

Sam Haning selaku Penasihat Hukum (PH) Jhon Nedy Charles Sine, menyatakan karena kami dirugikan oleh akibat putusan hakim tanpa pertimbangan hukum sesuai dengan aturan hukum yang ada maka upaya hukum kami adalah menyatakan banding.

“Atas putusan kabur oleh hakim Tipikor di PN Oelamasi, kami harus tempuh upaya Banding”tegasnya berulang.

Hal lainnya yang janggal menurut kami, lanjut Sam, yakni pengenakan putusan yang mendaras pada pasal 55 UU Perbankan. Ini juga kabur. Karena dalam pasal itu memuat unsur-unsur.. menyuruh berbuat/melakukan, turut melakukan. Ini tentunya lebih dari satu orang.

Akan tetapi kenapa putusan tunggal? Hanya Jhon Sine diri sendiri yang disebutkan melakukan korupsi. Sementara diberikan kredit dari Bank NTT Cabang Oelamasi kepada 22 debitur. Dan dari 22 debitur 20 diantaranya telah mengangsur dengan total nilai angsuran sekitar 6 miliar lebih.

Nah kalau ini adalah nilai kredit maka ada kreditur yakni pihak Bank NTT dalam hal ini Jhon Sine sebagai penanggungjawabnya karena sebagai Kepala Cabang Bank NTT Oelamasi. Lalu debiturnya adalah 22 orang tadi.

“Jadi ada orang yang menyuruh melakukan dan orang yang turut serta melakukan tindakan korupsi. Tapi dalam putusan hakim yang dipidanakan hanyalah kreditur. Lalu uang kredit bank ini kemana, kalau bukan ke 22 debitur yang terdata oleh pihak bank,”tuturnya.

Terhadap putusan pidana tunggal oleh hakim, tambah Sam, inilah yang kami sesalkan. Dan kami harus lawan dengan gugat banding.

Menjawab para (majelis, red) “hakim aneh” versi PH Jhon Sine, sambil menunjuk dokumen Sam Haning menyebut satu persatu. Yaitu Hakim Ketua, DECKY arianto Safe Nitbani, SH. Hakim anggota masing-masing, TIMBUL H. Tambunan, SH dan A. H. Putu, SH.

“Ada beberapa hal prinsip saat pembicaraan dan saya rekam seutuhnya. Dan rekaman itu saya sertakan sebagai bukti. Tapi koq dibantah hakim ketua dalam sidang. Anehkan? Ini yang nantinya mau saya pidanakan,”pungkasnya. +++ citra-news.com/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.