Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Pemerintah JANGAN Anti Kritik, Ini Wadahnya

CitraNews

Dalam kesempatan yang sama, Wawali menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan tempat-tempat yang mengakomodir komunitas seniman mural untuk berekspresi dalam menuangkan seni mural yang dimiliki oleh para talenta seniman mural. kota yang lebih indah maka pemerintah dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang benar dan sejalan tentang apa itu seni mural dan fungsi positifinya.

“Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat bahwa seni mural bukanlah suatu vandalisme dan hal itu harus dijelaskan secara tegas kepada publik. Mural adalah seni dalam mengekspresikan perasaan, dalam hal ini perasaan berdemokrasi, jadi apabila mural digunakan untuk mengekspresikan kritikan kepada pemerintah dalam konteks berdemokrasi saya kira itu sah-sah saja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan tempat-tempat yang mengakomodir komunitas seniman mural untuk berekspresi dalam menuangkan seni mural yang dimiliki oleh para talenta seniman mural.

Baca Juga :  BERHARAP Opini WTP Pasca BPK Terima LKPD dari Gubernur NTT

Pupuk Kebersamaan dan Toleransi

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. LOTHARIA Latif dalam sambutannya mengatakan, pembukaan Festival Mural tahun 2021 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  ADPRD Sentil PSP Umumkan CALON Kembar DIRUT Bank NTT Ada TITIPAN Politisi SILUMAN

Khusus di Nusa Tenggara Timur, sambung Latif, seni mural diikuti sebanyak 22 peserta dan salah satu peserta telah diberangkatkan ke Mabes Polri untuk mengikuti secara langsung festival mural.

Baca Juga :  EMPAT Sertifikat Tanah, BUKTI Yuridis Untuk Pemkot Kupang

Di menjelaskan, Mural Festival bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para seniman untuk bebas berekspresi, dalam menuangkan kreativitas seni mural yang digunakan untuk menyampaikan kritikan positif bagi Institusi Kepolisian.