JPU: Alat BUKTI Sudah CUKUP Untuk Jerat FRANS Lebu Raya

Suasana Sidang NTT Fair di Pengadilan TIPIKOR Kupang, Selasa 29 Oktober 2019. Tampak salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair, LINDA Liudianto tampak didampingi penasehat hukumnya. Doc. CNC/kumparan.com.

Kasus Dugaan Korupsi NTT Fair dipastikan akan menjerat banyak orang. Tidak terkecuali Frans Lebu Raya (mantan Gubernur NTT dua periode) dan Sekda NTT, Benediktus Polo Maing. Tapi mungkinkah Kejaksaan Tinggi NTT bisa menjungkalkan dua oknum pejabat dan mantan pejabat ini? So pasti rakyat pencinta keadilan akan tetap dan terus menunggu hasilnya.

Citra-News.Com, KUPANG – BERDASARKAN fakta-fakta yang terungkap di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkeyakinan sudah mengantongi dua alat bukti untuk menjerat mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ben Polomaing.

“Sidang kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang saat ini masih dalam tahapan pemeriksaan saksi-saksi. Namun berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkeyakinan sudah mengantongi dua alat bukti untuk menjerat mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ben Polomaing,”jelas HENDRIK Tiip di PN Kupang, Selasa 29 Oktober 2019. Berdasarkan dakwaan dan fakta-fakta persidangan sejauh ini, kata Hendrik JPU yakin bahwa ada uang dari proyek NTT Fair yang mengalir ke Frans Lebu Raya dan Ben Polo Maing. Khusus untuk Sekda, uang yang diterimanya sudah dikembalikan sebesar Rp 100 juta.

“Dengan pengembalian uang tersebut, jelas itu menambah keyakinan kami selaku JPU bahwa benar yang bersangkutan bersama mantan gubernur menerima uang,” ujarnya.

Menurut Hendrik, JPU sangat yakin mantan Gubernur NTT juga menerima aliran uang dari proyek NTT Fair. Sebab dari keterangan para saksi terdapat kesesuaian antara satu dengan yang lain. Juga ada kesesuaian antara keterangan saksi dengan barang bukti berupa transaksi keuangan dari Hadmen Puri (Direktur PT. Cipta Eka Puri) ke rekening giro milik Feri Jhons Pandi (Konsultan Pengawas).

“Keterangan-keterangan saksi tersebut ternyata nyambung dengan barang bukti sehingga lahirlah alat bukti petunjuk. Jadi alat bukti petunjuk didasari pada keterangan para saksi dan barang bukti,” jelasnya.

Sesuai KUHAP, sebut Hendrik, alat bukti terdiri dari keterangan saksi, surat, keterangan ahli, keterangan terdakwa, dan petunjuk. Namun untuk menjerat seseorang (menetapkan seseorang sebagai tersangka, red), tidak harus memenuhi semuanya, melainkan cukup dua alat bukti.

“Sekarang sudah alat bukti petunjuk, jadi kami selaku JPU yakin bahwa itu sudah cukup untuk menjerat mantan gubernur dan sekda,” jelas Hendrik seperti dikutip kumparan.com.

Hendrik menambahkan, dua alat bukti yang sudah mulai nampak lewat persidangan sejauh ini akan dipertegas lagi pada sidang berikutnya di tanggal 4 November mendatang.

Adapun para saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan, yakni ajudan mantan gubernur NTT, pegawai honorer selaku staf Sekda, dan pegawai honorer pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan (PRKP) Provinsi NTT yang tidak lain adalah bawahan dari terdakwa Yulia Afra.

Ir. YULIA Afra (kiri) dan Drs. FRANS Lebu Raya (kanan). Doc.CNC/marthebn radja-Citra News

“Jadi keyakinan terhadap alat bukti petunjuk itu akan kita buktikan pada persidangan. Kita sudah siapkan pemanggilan kepada para saksi. Sedangkan pak mantan gubernur, pak sekda dan Mr. Lee (suami terdakwa Linda Liudianto) akan kita hadirkan setelah sidang tanggal 4 November,” katanya.

Di akhir wawancara dengannya, Hendrik mengaku, seluruh fakta persidangan kasus NTT Fair nantinya akan disampaikan ke pimpinannya dalam bentuk nota dinas

“Kita akan sampaikan fakta sidangnya. Nanti disitu pimpinan yang ambil keputusan. Apakah mau perintahkan penyidik untuk proses lanjut atau seperti apa, tapi keyakinan kami selaku JPU, alat bukti sudah terpenuhi,” ungkapnya. +++ citra-news.com/kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *