TIGA proyek PENATAAN Kota TUNTAS Akhir Tahun 2021.

Wali Kota Kupang, JEFRI Riwu Kore (ke-3 dari kiri) saat meninjau lokasi proyek Penataan Kota Kupang, Jumat 05 November 2021. Doc. citra-news.com/humaskotakpg

Proyek penataan Kota Kupang senilai Rp 81 miliar bukan bersumber dari APBD. Juga tidak dari DAU atau DAK. Akan tetapi bersumber dari Dana Direktif Presiden.

Citra-News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang. Dr. Jefirstson (JEFRI) R. Riwu Kore, MM, MH pada Jumat 05 November 2021 meninjau progres pekerjaan di tiga lokasi

Dari hasil pandangan mata dan dipertegas lagi dengan penjelasan kontraktor pelaksana, sang Wali Kota Kupang optimis kalau pekerjaan penataan Kota Kupang di tiga lokasi akan berakhir sesuai target pada Desember 2021.

Ketiga lokasi dimaksud yakni pengembangan kawasan pantai LLBK (Lai Lai Bisi Kopan) dan Terminal Kupang. Berikut, pekerjaan pengembangan kawasan pantai Kelapa Lima. Serta penataan kota koridor III di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan pantai LLBK dan terminal Kupang. Di lokasi ini Wali Kota didamping Kepala Dinas Perhubungan dan Kasat Pol PP Kota Kupang.

Untuk kawasan Pantai LLBJ dan Terminal Kuang, Wali Kota minta agar arus lalu lintas di kawasan tersebut diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu proses pekerjaan yang sedang berjalan.

Bahkan Wali Kota Kupang ini berkesempatan berdialog dengan salah satu pemilik toko yang areal depannya dilintasi pekerjaan tersebut. Dipastikan bahwa pekerjaan drainase yang sedang berjalan tidak menimbulkan penyumbatan dan genangan air di lokasi pertokoan.

Kasie Pelaksana Wilayah 1 Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT, Doddie Soetopo mengatakan, pengembangan kawasan pantai LLBK ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain tentang bagaimana memadukan antara pengembangan UMKM dan pengembangan potensi pariwisata.

Selain menyediakan dua bangunan khusus bagi para pelaku UMKM, khususnya penjual jajanan, di lokasi tersebut juga disediakan fasilitas publik layaknya plaza atau square di luar negeri.

Sementara di lokasi kedua yang dikunjungi sang Wali Kota adalah pekerjaan pengembangan kawasan Pantai Kelapa Lima yang letaknya persis di depan Hotel Aston.

Di lokasi tersebut menanggapi permintaan kontraktor pelaksana, Wali Kota memerintahkan kepada Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Kupang untuk segera mungkin mengirimkan surat kepada semua pihak terkait yang memiliki jaringan kabel di depan kawasan tersebut. Agar memindahkan jaringan kabelnya ke jalur bawah tanah yang akan disediakan.

Kepada Kasat Pol PP serta Camat dan Lurah Kelapa Lima, Wali Kota minta untuk segera mungkin menyelesaikan persoalan lahan yang belum tuntas agar tidak mengganggu kelanjutan pekerjaan.

Dan di lokasi terakhir dikunjungi adalah jalur Pedestrian Koridor III di bilangan Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo. Atau tepatnya di belakang Pos Polisi Bundaran El Tari.

Usai melakukan peninjauan Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan Kementerian PUPR yang telah berjuang keras untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai target.

Semula diakuinya sempat kurang yakin pekerjaan tersebut bisa selesai sesuai dengan batas waktu yang ditargetkan.

Namun setelah melihat langsung progres pekerjaan dan mendengar penjelasan dari kontraktor dan PPK, Wali Kota optimis Desember 2021 nanti warga Kota Kupang sudah bisa menikmati hasil pekerjaan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menjelaskan pembiayaan pekerjaan penataan kota ini bukan berasal dari APBD Pemkot Kupang. Melainkan bersumber dari Dana Direktif Presiden. Ini sebagai bentuk dukungan atas usulan penataan kota yang disampaikan Wali Kota Kupang kepada pemerintah pusat.

Selain tiga lokasi yang dikunjungi, menurut Wali Kota masih ada banyak pekerjaan penataan kota lainnya yang didukung dengan dana dari pemerintah pusat. Seperti pengolahan sampah, pembangunan drainase dan penataan kembali 3 bundaran. Serta pembangunan 4 gerbang masuk Kota Kupang, yang saat ini sedang dalam proses.

Wali Kota berharap pembangunan yang sudah mulai berjalan selama masa kepemimpinannya kurang lebih 3-4 tahun terakhir ini membawa manfaat bagi seluruh warga Kota Kupang. Dalam mana bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan akan tempat rekreasi dan hiburan. Tapi juga untuk pengembangan ekonomi warga terutama UMKM.

Apalagi menurutnya di dua lokasi yakni LLBK dan Kelapa Lima telah disediakan bangunan khusus bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil sebagai tempat berjualan

Tentunya diharapkan para pedagang yang akan menggunakan fasilitas tersebut turut menjaga kebersihan dan keindahan tempat tersebut.

Warga juga diimbau untuk turut menjaga agar semua fasilitas yang sudah dibangun tersebut dijaga agar selalu dalam kondisi baik dan tertata. Sehingga bisa dinikmati oleh semua orang.

Senada dengan Wali Kota, Project Manager PT. Brantas Abipraya, Eko Sukma Putra selaku kontraktor pelaksana juga memastikan pekerjaan paket penataan kota di tiga lokasi senilai Rp 81 miliar tersebut, diperkirakan bisa selesai tepat sesuai target waktu yang ditentukan yakni Desember 2021 mendatang.

Turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, perwakilan dari Dinas PUPR Kota Kupang beserta camat dan lurah setempat. +-++ citra-news.com/PKP_ans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.